Showing posts with label ANTARIKSA. Show all posts
Showing posts with label ANTARIKSA. Show all posts

Wednesday, September 15, 2010

Asteroid Hantam Bumi Seperti Shotgun

http://static.inilah.com/data/berita/foto/818221.jpg
Asteroid berukuran kerikil yang ditarik bersamaan oleh gravitasi dapat menghantam bumi seperti tembakan shotgun.

Teori ini telah lama dikeluarkan yang menyatakan bahwa 'tumpukan puing' asteroid ini apabila memiliki kecepatan yang cukup dapat menembakkan material melalui gaya sentrifugal sehingga terciptalah kumpulan batu pada orbit yang sama dengan Bumi.

Saat ini, ilmuwan di Tel Aviv University menggunakan Observatorium sekolah di kedalaman Gurun Negev, berhasil membuktikan keberadaan teori-teori pasangan ‘asteroid terpisah’ ini, seperti dikutip INILAH.COM dari rilis universitas pada Senin (13/9).

David Polishook dan Noah Brosh dari Department of Geophysics and Planetary Sciences sekolah mengatakan bahwa riset ini belum memverifikasi teori itu. Namun asteroid semacam itu dapat memiliki implikasi jika benar melewati Bumi.

Alih-alih permukaan bumi ditabrak batu raksasa, Bumi akan dilempari oleh batu kerikil yang tak terhitung banyaknya yang terbuat dari asteroid itu, kata Brosch.

Pengetahuan ini perlu dipertimbangkan untuk membuat taktik defensif yang berbeda jika sebuah asteroid berada pada jalur yang melewati Bumi, kata para peneliti.(inilah.com)

Monday, September 13, 2010

Momen Saat Komet "Termakan Matahari"

Sobat tau komet itu apa??
komet itu benda langit yang mengelilingi matahari namun orbitnya lonjong, dimana terdapat sisi yang dekat dekat matahari dan sisi yang jauh dari matahari.

Belum lama ini NASA tidak sengaja merekam momen saat komet terbakar di matahari, ini diisebabkan orbitnya terlalu dekat dengan matahari.

Agency Luar angkasa yang fokus terhadap matahari, SOHO Solar and Helioscopic Observatory menangkap jejak komet Kreutz Sungrazer.

Rekaman tersebut tersebar di youtube dan situs atau blog astronomi.

SOHO mengatakan rekaman ini menggunakan coronagraph, dimana bisa memblok objek yang bersinar...

Karena orbit komet Kreutz Sungrazer terlalu dekat dengan matahari maka terlihat dalam rekaman ia tidak kembali dari sisi sebaliknya matahari, diduga komet tersebut hancur....

Foto Spektakuler Pohon Kuno Juara Kompetisi Astronomi

http://static.inilah.com/data/berita/foto/814351.jpg
Foto spektakuler salah satu pohon tertua di dunia dengan latar belakang bintang di galaksi Bima Sakti terpilih sebagai foto astronomi terbaik tahun ini.

Foto yang diambil oleh fotografer Amerika Tom Lowe baru saja mendapat hadiah pertama kompetisi Fotografi Astronomi Tahun ini oleh Observatorium Kerajaan, di Greenwich (ROG) Inggris.

Lowe mengalahkan ratusan fotografer amatir dan profesional dari seluruh dunia untuk memenangkan gelar itu.

Blazing Bristlecone menggambarkan Bima Sakti melingkungi pohon pinus bristlecone kuno.

Pohon itu dianggap salah satu pohon hidup tertua di dunia yang telah ada lebih dari 4.000 tahun di Sierra Nevada.

Juri dan astronom ROG, Dr Marek Kukula mengatakan "Foto ini sempurna menggabungkan tampilan dari langit malam dengan kehidupan di bumi.

Pinus bristlecone berusia tua, tetapi pohon itu bayi dibandingkan dengan cahaya bintang bersinar di belakang mereka, beberapa di antaranya memulai perjalanan hampir 30.000 tahun yang lalu.

Tuesday, September 7, 2010

Binatang Raksasa Punah Bukan karena Komet

Bencana besar yang menyebabkan kematian spesies mamalia raksasa termasuk mammoth, harimau bergigi besar dan berang-berang raksasa ternyata bukanlah dampak komet.

Peneliti sebelumnya menyebutkan bahwa kepunahan masal terjadi di bumi akibat komet yang menabrak bumi. Tabrakan itu memicu penurunan suhu yang sangat drastis sekitar 13 ribu tahun lalu. Perubahan iklim mendadak yang dikenal dengan pembalikan suhu Younger-Dryas ini dianggap sebagai penyebab kepunahan sebagian besar mamalia, dan leluhur manusia.

Namun, ilmuwan di Washington University, Missouri, dan Royal Hollway, University of London, menemukan bahwa kristal karbon bukanlah keseluruhan gumpalan fakta dari unsur karbon yang dikenal dengan graphene di mana ini biasanya berbentuk sedimen.

Profesor Andrew Scott, salah satu penulis di departemen ilmu bumi Royal Holloway University mengatakan, “Hasil penelitian kami meragukan salah satu potongan terakhir yang dibahas secara luas menyangkut hipotesis dampak Younger-Dryas.”

Ilmuwan menyangkal teori kontroversial itu setelah menemukan sepotong bukti kunci yang digunakan untuk mendukung gagasan dampak komet mungkin tercipta oleh proses yang lebih biasa.

Teori ini berdasarkan air segar dari sebuah gletser di danau raksasa glasial Atlantik Utara di mana arus samudra telah membantu menjaga sebagian besar es planet. Hal itu menjadi penjelasan yang paling mungkin soal perubahan iklim yang memicu kepunahan.

Manusia juga menyebar ke Amerika Utara. Namun setelah perubahan iklim yang tiba-tiba memicu munculnya zaman es terakhir, banyak dari spesies ini telah punah dan jumlah manusia diperkirakan turun menjadi hanya beberapa ribu orang.

Tiga tahun lalu, ilmuwan di University of Oregon menemukan bukti dari materi eksotis, termasuk berlian nano di sedimen berusia 12.900 tahun yang dianggap sebagai dampak dari komet yang menabrak bumi.

Namun, profesor Scott dan Tyrone Daulton dari Washington University mengatakan bahwa berlian tersebut disalahartikan karena mereka tidak menemukan bukti soal tabrakan komet.

Dr Douglas Kennett yang memimpin tim dari University of Oregon mengatakan bahwa para ilmuwan dahulu telah mencari di tempat yang salah.

“Klaim sebelumnya yang berdasarkan berlian salah alamat, tidak benar dan salah arah,” ujar Kennett.(inilah.com)

Monday, September 6, 2010

Titik Matahari Paling Menakjubkan Tertangkap Kamera

http://static.inilah.com/data/berita/foto/785171.jpg
Ilmuwan di Big Bear Solar Observatory menggunakan alat optikal adaptif berhasil mengabadikan titik matahari (sunspot) paling jelas sepanjang sejarah.

Sebuah foto dihasilkan dengan New Solar Telescope (NST) milik Big Bear.

NST merupakan bagian dari teleskop sangat besar Advanced Technology Solar Telescope (ATST) yang akan disusun beberapa dekade ke depan.

Ilmuwan Big Bear berambisi membangun sistem optik adaptif atau lebih dikenal dengan nama multi-conjugate adaptive optics. Alat ini mampu memberikan pengamatan yang sangat jelas tanpa distorsi (gangguan) dari permukaan matahari dari bumi.

Oleh karena itu, NST akan mampu mengumpulkan gambar detail menakjubkan, fenomena matahari misalnya. Kemampuan tersebut membantu ilmuwan memahami kerumitan sistem matahari, serta dampaknya dengan perubahan cuaca di sistem tata surya.(inilah.com)

Saturday, September 4, 2010

Murid SMP Temukan Goa Misterius di Mars

http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2008/01/09/200834p.jpg
Sekelompok murid kelas VII—setara kelas I sekolah menengah pertama—menemukan goa misterius di Planet Mars. Saat itu, mereka tengah mengerjakan proyek riset guna mempelajari citra yang diambil pesawat ruang angkasa NASA yang mengorbit di planet merah itu. Temuan itu berupa penampakan yang diduga merupakan lubang pada atap goa.

Keenam belas anak tersebut merupakan murid kelas sains dari Dennis Mitchell, guru kelas VII di Evergreen Middle School di Cotton Wood, California. Para murid itu tengah berpartisipasi dalam kegiatan Mars Student Imaging Program di Mars Space Flight Facility di Arizona State University.

Murid-murid diminta membuat semacam proposal riset dan kemudian diperbolehkan menggunakan kamera yang tengah mengorbit di Mars untuk mengambil gambar guna menjawab pertanyaan riset mereka.

Lubang yang mirip dengan temuan baru itu pernah ditemukan sebelumnya di bagian lain Mars pada 2007 oleh Glen Cushing, seorang ahli geologi asal Amerika. Cushing berpandangan, citra yang ditangkap itu menyerupai "lubang atap", tempat sebagian dari atap goa atau lubang aliran lava runtuh.

Liang itu diduga diakibatkan oleh aktivitas vulkanik di planet merah. Pada suatu masa, aliran lava keluar dari permukaan batuan dan meninggalkan bekas berupa liang setelah erupsi usai.

Ujung lubang itu tertutup oleh material yang mendingin dan sebagian "pipa" bekas aliran lava itu bisa saja ada yang ambruk.

Sejauh ini, para ilmuwan belum dapat memastikan jenis material yang tersimpan di dalam goa itu. "Lubang ini baru bagi kami para ilmuwan," ujar Cushing kepada para murid. Dia memperkirakan ukuran lubang itu 190 meter x 160 meter dan kedalamannya 115 meter.

Memburu aliran lava

Riset para murid itu bertujuan memburu pipa lava yang merupakan fenomena vulkanik di Bumi dan Mars.

"Mereka mengembangkan sebuah proyek riset dengan fokus menemukan lokasi "pipa" lava yang paling lazim di Mars. Apakah fenomena itu paling sering terjadi di puncak, sisi, atau dataran sekitar gunung," ujar Mitchell, guru mereka.

Mereka lalu meneliti sebuah foto utama dan cadangan dari Pavonis Monsvolcano (gunung) di Mars. Gambar itu diambil oleh alat penangkap citra Thermal Emission Imaging System (THEMIS) dari Odyssey, milik NASA yang sedang mengorbit. Foto cadangan yang mereka teliti malah memberikan kejutan: sebuah citra bundar gelap. Citra itu merupakan lubang di Mars yang mengarah kepada adanya goa terkubur di planet itu.

Temuan itu akan diperjelas lagi menggunakan kamera High Resolution Imaging Science Experiment (HiRISE) pada Mars Reconnaissance Orbiter. Alat itu bisa menampilkan lebih banyak detail guna melihat ke dalam lubang itu.

Tuesday, December 29, 2009

Gerhana Bulan Meriahkan Malam Tahun Baru


Kemeriahan malam tahun baru akan bertambah dengan fenomena alam yang menakjubkan: gerhana Bulan. Fenomena alam ini bisa dinikmati oleh seluruh masyarakat Indonesia pada 1 Januari 2010 dinihari.

"Di seluruh wilayah Indonesia bisa mengamatinya," ujar peneliti utama astronomi dan astrofisika Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Thomas Djamaludin, ketika dihubungi detikcom, Senin (28/12/2009).

Thomas menjelaskan, gerhana Bulan yang terjadi sekitar satu jam tersebut bisa dinikmati sepanjang di wilayah tersebut masih memasuki waktu malam.

"Mulai pukul 01.53 WIB hingga 02.53 WIB di seluruh wilayah yang waktu itu malam hari bisa mengamati," terang Thomas.

Menurut Thomas, gerhana Bulan tersebut tidak terlalu besar. Bulatan Bulan yang tertutup bayangan Bumi hanya sekitar 7 persen.(bos-sulap.blogspot.com/)